Jumat, 15 Mei 2020
cara cheat engine nambah uang di ac origins
Mengenal Perbedaan Profesi UI Designer dan UX Designer
Jika anda mempunyai teman yang suka membuat iklan dengan warna dan design yang menarik, maka anda sudah tidak asing lagi dengan profesi UI Designer dan UX Designer? Profesi tersebut sekarang banyak dicari oleh orang-orang. Profesi ini sangat banyak dicari dan diminati. Selain itu, banyak perusahaan teknologi yang mencari profesi tersebut.
Menjadi seorang UI Designer dan UX Designer tidak mudah, karena harus mengetahui dan mencocokan tampilan yang ada di aplikasi dengan produk tersebut. Kedua profesi tersebut saling melengkapi satu sama lain. Meskipun profesi ini tergolong sulit, tetapi gaji yang ditawarkan cukup menjanjikan.
Orang awam mungkin belum pernah mendengar istilah UI Designer dan UX Designer tersebut. Tenang saja kawan, Kami akan ulas lebih mendetail tentang profesi tersebut. Terus apa sih kerjanya?
Apa Itu UI Designer dan UX Designer?
UI atau User Interface Designer adalah suatu profesi yang menggunakan komunikasi dari pengguna (user) dengan sistem pada sebuah program, mulai dari aplikasi website, mobile ataupun software. Seorang UI Designer akan membuat desain yang memudahkan pengguna programnya. Adapun mekanisme seorang UI Designer mencakup beberapa hal, seperti tampilan fisik, warna, animasi, pola.
Terus apa sih UX Designer itu? User Experience Design atau UX Designer yaitu profesi dimana meningkatkan sebuah kepuasan pengguna aplikasi/ pengunjung website untuk tetap meningkatkan kegunaan/kesenangan dalam berinteraksi pengguna dan produk tersebut.
Setelah mengetahui definisi UI Designer dan UX Designer tersebut, saatnya apa sih perbedaan dari kedua profesi itu. Walaupun keduanya saling berkaitan, pasti ada perbedaan yang terselubung diantara keduanya. Jangan salah lo kalau UI Designer dan UX Designer tidak berbeda meski ada yang mengatakan kalau keduanya sama.
Perbedaan UI Designer dan UX Designer
Setelah mengetahui definisi dari UI Designer dan UX Designer maka selanjutnya anda wajib mengetahui perbedaan dari UI Designer dan UX Designer karena keduanya memiliki perbedaan dalam segi pekerjaanya. Yuk, simak penjelasannya berikut ini :
Segi Design
UI Designer merupakan desain antarmuka yang lebih memfokuskan pada keindahan tampilan. Menciptakan ikatan emosional melalui desain. Sedangkan UX Designer mengatasi masalah-masalah antara pengguna dan produk.
Segi Fungsi
Fungsi UI Designer membuat desain website/aplikasi menjadi lebih indah dan menarik. Sedangkan UX Designer meningkatkan kepuasan pengguna website atau aplikasi dan kegunaan yang diberikan pengguna website dan aplikasi.
Sistem Gaji
Bahkan, Tidak jarang gaji yang ditawarkan untuk profesi UI Designer dan UX Designer ini biasanya berkisar Rp8.000.000-10.000.000 tergantung Anda memilih perusahaan mana dan kesulitan dalam menjalankan profesi. Apabila Anda berminat untuk UI Designer ada banyak skill yang harus Anda pelajari dan tentunya tidak mudah.
Syarat menjadi UX Designer
Sekarang sudah tahu, kan kalau menjadi UI Designer itu sulit. Menjadi UX Designer Professional juga tidak gampang, Kawan. Selain syarat-syaratnya yang rumit, tanggung jawabnya cukup besar juga. Syarat-syarat menjadi UX Designer yaitu:
- Memiliki Kemampuan inti yang mencakup hal berikut seperti: teknik penelitian, etnografi, penemuan, permodelan pengguna, bisa mendesain produk, desain interaksi antara pengguna dan produk, desain antarmuka, arsitektur informasi dan desain informasi
- Memiliki kemampuan bisnis mencakup hal seperti: manajemen proyek, waktu, pemangku kepentingan klien.
- Mampun berkomunikasi dengan baik mencakup hal berikut: retorika dan penulisan persuasive, menulis menggunakan metode ekspositori, penulisan teknis, berbicara dan presentasi di depan umum, dan visual.
- Kemampuan Interpersonal mencakup seperti: mediasi dan fasilitasi, mendengar aktif, wawancara dan observasi, membangun tim dan kolaborasi
Bagaimana? rumit sekali ya menjadi seorang UX Designer yang professional. Tetapi pasti ada jalan jika ada kemauan. Selain itu, hal-hal yang perlu dikuasai seorang UX Designer adalah:
- Tetap fokus pada User. Melihat masalah pengguna, tawarkan kepada pengguna yang terbaik.
- Bisa melihat masalah dan menyelesaikan masalah dari berbagai sisi.
- Harus mendapatkan data berdasarkan fakta real tidak Cuma hoaks belaka.
- Bisa menempatkan keahlian kita untuk kreativitas bukan untuk sok-sokan mau dibilang keren ataupun yang lainnya.
- Selalu mengulang dan mengecek kembali proses yang telah dibuat atau dilakukan.
Tips Menjadi UI/UX Designer Sambil Kuliah
Buat Anda yang masih duduk dibangku perkuliahan, bisa juga loh apabila memang berniat belajar UX Designer. Adapun beberapa cara belajar UX Designer yang bisa dilakukan saat kuliah yaitu:
- Lebih baik mempelajari tentang UX Designer dari buku bukan dari internet. Karena Kita bisa memahami secara detail dan mendalam.
- Bisa mengikuti online Course UX Designer. Bila Anda susah memahaminya dari buku, bisa mencari alternative lain seperti menonton video online Course.
Ikut serta gabung dengan komunitas UX Designer. Dengan mengikuti komunitas UX Anda bisa memahami betul dan seluk beluk tentang UX Designer tersebut. - Mengikuti kompetisi atau perlombaan tentang UX. Dengan mengikuti kompetisi tersebut, bakat Anda tentang UX Designer dapat terasah. Jangan takut untuk mencoba. Menang atau kalah tidak masalah.
- Magang di posisi UX Designer. Dengan magang, Anda bisa mengaplikasikan pengetahuan Anda tentang UX Designer dengan bimbingan yang ahli dalam UX Designer. Selain itu, bila melakukan kesalahan bisa langsung ditegur dan diberikan arahan yang benar.
Kesimpulan dan Penutup
UI Designer adalah suatu profesi yang menggunakan komunikasi dari pengguna (user) dengan sistem pada sebuah program, mulai dari aplikasi website, mobile ataupun software.
UX Designer yaitu profesi dimana meningkatkan sebuah kepuasan pengguna aplikasi/ pengunjung website untuk tetap meningkatkan kegunaan/kesenangan dalam berinteraksi pengguna dan produk tersebut.
Perbedaan UI Designer dan UX Designer adalah UI Designer merupakan desain antarmuka yang lebih memfokuskan pada keindahan tampilan. Menciptakan ikatan emosional melalui desain. Sedangkan UX Designer mengatasi masalah-masalah antara pengguna dan produk.
Fungsi UI Designer membuat desain website/aplikasi menjadi lebih indah dan menarik. Sedangkan UX Designer meningkatkan kepuasan pengguna website atau aplikasi dan kegunaan yang diberikan pengguna website dan aplikasi.
Perbedaan Antara Front End dan Back End
Front end developer dan back end developer memegang peranan penting di sebuah situs atau aplikasi. Pertanyaannya, tahukah kamu perbedaan front end dan back end?
Front end developer adalah orang yang berperan mengembangkan tampilan situs atau aplikasi melalui HTML, CSS, dan JavaScript. Sementara, back end adalah orang yang berperan agar situs atau aplikasi dapat bekerja.
Di artikel ini, Glints akan menjelaskan apa perbedaan front end dan back end serta perlukah memahami tugas dari setiap peran. Yuk disimak!
Menurut Career Foundry, front end developer adalah orang yang bertugas untuk menghubungkan sebuah situs atau aplikasi dengan pengguna.
Secara umum, ia membuat teks, gambar, tombol, dan menu serta interaksi antara situs atau aplikasi dengan pengguna. Oleh karena itu, peran ini juga biasa disebut dengan client-side.
Front end tidak benar-benar merancang desain dari sebuah situs atau aplikasi. Pasalnya, hal tersebut adalah tugas UI designer.
Front end bertugas untuk memindahkan desain dari UI designer ke dalam bentuk yang interaktif dan membuat desain tersebut menjadi hidup.
Untuk membangun situs atau aplikasi, dibutuhkan pula seorang back end developer.
Ia bertugas untuk memastikan agar apa yang dibuat oleh front end developer atau sistem dan server di balik situs atau aplikasi dapat bekerja. Posisi ini biasa disebut server-side.
Back end amat dibutuhkan karena memiliki kemampuan mengolah sebuah situs atau aplikasi. Hal ini dikarenakan pengembangan dan perbaikan situs atau aplikasi akan terus terjadi.
Untuk melakukan itu, suatu situs atau aplikasi membutuhkan seorang back end.
Secara umum, perbedaan front end dan back end terlihat dari apa yang mereka buat, skill yang dibutuhkan, hingga waktu pengerjaan untuk masing-masing peran.
1. Cara kerja front end dan back
Pada prinsipnya, front end bekerja untuk memastikan agar situs atau aplikasi dapat dilihat oleh pengguna. Mereka bertanggung jawab agar pengguna dapat mendapatkan informasi sampai berinteraksi dengan situs atau web secara nyaman.
Tugas tersebut membuat front end pada akhirnya fokus pada komposisi di dalam situs atau aplikasi.
Ia harus memastikan agar isi situs atau aplikasi, seperti gambar, tombol, konten, dan sebagainya tidak mengganggu kenyamanan pengguna.
Sementara itu, back end developer bertanggung jawab untuk memastikan agar situs atau aplikasi dapat bekerja semaksimal mungkin.
Dengan tugas tersebut, back end wajib memastikan agar semua sistem di dalam situs atau aplikasi dapat bekerja. Ia wajib memikirkan risiko-risiko yang mungkin hadir.
Ia misalnya harus memikirkan di mana muatan situs atau aplikasi disimpan, apakah data akan aman, hingga bagaimana jika pengguna melebihi kapasitas maksimal.
2. Skill yang dibutuhkan
Tiga kemampuan ini penting lantaran menjadi dasar dalam membuat situs atau aplikasi. HTML dan CSS adalah bahasa pemrograman dasar yang digunakan untuk membangun situs atau aplikasi.
Sementara, Javascript dipilih karena bahasa pemrograman ini mampu membuat elemen interaktif seperti menu atau form.
Selain dua bahasa pemrograman tersebut, untuk menjadi front end dibutuhkan kemampuan mengelola framework dan library.
Dua sumber yang sering kali digunakan adalah AngularJs, yang berfungsi untuk mengembangkan aplikasi, dan React.js, yang digunakan untuk membangun antarmuka pengguna.
Di lain pihak, back end developer diharuskan mahir dalam bahasa pemrograman yang akan ditampilkan di sisi server situs atau aplikasi. Bahasa pemrograman back end yang paling populer adalah PHP, Ruby, dan Python.
Selain itu, back end juga harus menguasai penggunaan perangkat lunak seperti MySQL, Oracle, dan SQL Server. Perangkat lunak ini penting untuk mereka kuasai karena p digunakan untuk pengembangan berbasis database.
Sama halnya dengan front end, dalam back end juga dibutuhkan kemampuan menggunakan framework dan library. Pada umumnya, perusahaan mensyaratkan kemampuan menggunakan Express, Django, C#, dan GO.
3. Kapan front end dan back end bekerja?
Front end developer mulai bekerja setelah UI designer menyelesaikan desain. Apabila tidak ada perubahan, desain ini – yang biasa diunggah di Sketch – akan langsung diaplikasikan oleh front end ke HTML, CSS, dan Javascript.
Desain yang telah dipindahkan oleh front end akan diatur sistemnya oleh back end. Back end akan menentukan instruksi-instruksi yang akan dijalankan oleh situs atau aplikasi ini.
Peran mereka akan berat karena tidak boleh ada kesalahan logika di setiap instruksi yang dibuat.
Haruskah Mempelajari Keduanya?
Sebenarnya, beberapa perusahaan tidak memiliki syarat seseorang harus menguasai kedua posisi ini. Terlepas dari itu, Career Foundry punya gambaran tentang perlukah mempelajari keduanya.
Apabila developer yang bersangkutan memiliki skill front end, ia tidak diwajibkan untuk piawai menjalankan back end. Hal serupa juga berlaku sebaliknya.
Ada pula perusahaan yang mensyaratkan kandidatnya untuk setidaknya memahami masing-masing peran.
Hal ini disebabkan agar masing-masing peran tidak saling membebani, baik secara tugas maupun ketika mengembangkan aplikasi.
Bagi pelamar, alangkah lebih baik apabila fokus di salah satu peran. Apabila kamu tertarik dengan desain dan menciptakan pengalaman terbaik bagi pengguna, cobalah bekerja di sisi front end.
Sebaliknya dengan back end. Apabila tertarik dengan data, menggunakan algoritma tertentu untuk memecahkan masalah dan mengoptimalkan sistem yang kompleks, mungkin kamu akan lebih cocok bekerja sebagai back end.
Nah, apabila kamu merasa menyukai dua peran tersebut, mungkin kamu perlu mencoba untuk menjadi full stack developer.
Meski begitu, lagi-lagi ini kembali ke kebijakan perusahaan. Pasalnya, ada perusahaan yang secara khusus membagi developer ke dalam tiga bagian, front end, back end, dan full stack.