DAFTAR ISI
Kata
Pengantar .................................................................................................... i
Daftar Isi............................................................................................................. ii
BAB I. Pendahuluan..................................................................................... 1
A. Latar Belakang............................................................................ 1
B. Rumusan
Masalah....................................................................... 2
C. Tujuan
Penulisan......................................................................... 2
D. Metode
Penelitian....................................................................... 2
BAB III. Pembahasan ................................................................................... .. 3
A. Pengertian
Globalisasi................................................................. 3
B. Globalisasi dan
Budaya .............................................................. 4
C. Globalisasi dalam
Kebudayaan Tradisional Di Indonesia .......... 5
D. Persebaran Budaya
Dunia .......................................................... 6
E. Kesenian yang Bertahan
dan yang Tersisih ................................ 7
F. Kesenian Rakyat dalam
Orientasi Globalisasi .......................... 10
G. Peran Pemerintah dalam
Rakyat .............................................. 11
H. Pengaruh Globalisasi
terhadap Budaya Bangsa ....................... 13
I. Tindakan yang
Mendorong Timbulnya Globalisasi Kebudayaan
dan Cara
Mengantisifasi adanya globalisasi budaya ................ 13
BAB IV. Penutup........................................................................................... 16
A. Kesimpulan ............................................................................... 16
B. Saran.......................................................................................... 16
Daftar Pustaka................................................................................................ 17
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Globalisasi adalah suatu fenomena khusus
dalam peradaban manusia yang bergerak terus dalam masyarakat global dan
merupakan bagian dari proses manusia global itu. Kehadiran teknologi informasi
dan teknologi komunikasi mempercepat akselerasi proses globalisasi ini.
Globalisasi menyentuh seluruh aspek penting kehidupan. Globalisasi menciptakan
berbagai tantangan dan permasalahan baru yang harus dijawab, dipecahkan dalam
upaya memanfaatkan globalisasi untuk kepentingan kehidupan.
Globalisasi sendiri merupakan sebuah
istilah yang muncul sekitar dua puluh tahun yang lalu, dan mulai begitu populer
sebagai ideologi baru sekitar lima atau sepuluh tahun terakhir. Sebagai
istilah, globalisasi begitu mudah diterima atau dikenal masyarakat seluruh
dunia. Wacana globalisasi sebagai sebuah proses ditandai dengan pesatnya
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga ia mampu mengubah dunia secara
mendasar.
Globalisasi sering diperbincangkan oleh
banyak orang, mulai dari para pakar ekonomi, sampai penjual iklan. Dalam kata
globalisasi tersebut mengandung suatu pengetian akan hilangnya satu situasi
dimana berbagai pergerakan barang dan jasa antar negara diseluruh dunia dapat
bergerak bebas dan terbuka dalam perdagangan. Dan dengan terbukanya satu negara
terhadap negara lain, yang masuk bukan hanya barang dan jasa, tetapi juga
teknologi, pola konsumsi, pendidikan, nilai budaya dan lain-lain.
Konsep akan
globalisasi menurut Robertson (1992), mengacu pada penyempitan dunia secara
insentif dan peningkatan kesadaran kita akan dunia, yaitu semakin meningkatnya
koneksi global dan pemahaman kita akan koneksi tersebut. Di sini penyempitan
dunia dapat dipahami dalam konteks institusi modernitas dan intensifikasi
kesadaran dunia dapat dipersepsikan refleksif dengan lebih baik secara budaya.
Globalisasi memiliki banyak penafsiran dari berbagai sudut pandang. Sebagian
orang menafsirkan globalisasi sebagai proses pengecilan dunia atau menjadikan
dunia sebagaimana layaknya sebuah perkampungan kecil. Sebagian lainnya
menyebutkan bahwa globalisasi adalah upaya penyatuan masyarakat dunia dari sisi
gaya hidup, orientasi, dan budaya. Pengertian lain dari globalisasi seperti
yang dikatakan oleh Barker (2004) adalah bahwa globalisasi merupakan koneksi
global ekonomi, sosial, budaya dan politik yang semakin mengarah ke berbagai
arah di seluruh penjuru dunia dan merasuk ke dalam kesadaran kita.
B. Rumusan Masalah
Agar makalah ini tidak terlalu melebar
maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut :
Dalam perkembangannya globalisasi
menimbulkan berbagai masalah dalam bidang kebudayaan, misalnya :
a. Hilangnya budaya asli
suatu daerah atau suatu negara
b. Terjadinya erosi
nilai-nilai budaya,
c. Menurunnya rasa
nasionalisme dan patriotisme
d. Hilangnya sifat
kekeluargaan dan gotong royong - kehilangan kepercayaan diri
e. Gaya hidup
kebarat-baratan
C. Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu :
1. Mengetahui pengaruh
globalisasi terhadap eksistensi kebudayaan daerah
2. Untuk meningkatkan
kesadaran remaja untuk menjunjung tinggi kebudayaan bangsa sendiri karena
kebudayaan merupakan jati diri bangsa
D. Metode Penelitian
Adapun
metode yang digunakan dalam penyusunan makalah ini adalah metode
Studi Kepustakaan baik dari buku ataupun referensi lain yang mendukung.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Globalisasi
dan Budaya
a. Pengertian Globalisasi
Seorang ahli sosiologi, Selo
Soemardjan mendefinisikan globalisasi adalah terbentuknya
sistem organisasi dan komunikasi antar masyarakat di seluruh dunia
untuk mengikuti sistem dan kaidah-kaidah yang sama.
Globalisasi merupakan kecenderungan
masyarakat untuk menyatu dengan dunia, terutama di bidang ilmu pengetahuan,
teknologi, dan media komunikasi massa. Selain itu, para cendekiawan Barat
mengatakan bahwa globalisasi merupakan suatu proses kehidupan yang serba luas,
tidak terbatas, dan merangkum segala aspek kehidupan, seperti politik, sosial,
dan ekonomi yang dapat dinikmati oleh seluruh umat manusia di dunia.
Globalisasi pada hakikatnya adalah proses yang ditimbulkan oleh suatu kegiatan
yang dampaknya berkelanjutan melampaui batas-batas kebangsaan dan kenegaraan.
Mengingat bahwa dunia ditandai oleh kema jemukan (pluralitas) budaya maka
globalisasi sebagai prosesjuga ditandai sebagai suatu peristiwa yang terjadi di
seluruh dunia secara lintas budaya yang sekaligus mewujudkan proses saling
memengaruhi antarbudaya. Pertemuan antarbudaya itu tidak selalu berlangsung
sebagai proses dua arah yang berimbang, tetapi dapat juga sebagai proses
dominasi budaya yang satu terhadap lainnya. Misalnya pengaruh budaya Barat
lebih kuat terhadap budaya di negara Timur.
Hal ini seperti yang dikatakan seorang
ahli bernama R. Robertson bahwa globalisasi adalah proses
mengecilnya dunia dan meningkatnya kesadaran akan dunia sebagai satu kesatuan,
saling ketergantungan dan kesadaran global akan dunia yang menyatu. Ahli lain
bernama Martin Albrow mengatakan globalisasi menyangkut seluruh proses di mana
penduduk dunia terhubung kedalam komunitas dunia yang tunggal, komunitas
global.
b. Pengertian Budaya
Budaya atau kebudayaan berasal dari
bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi
(budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal
manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari
kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai
mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai
“kultur” dalam bahasa Indonesia.
B. Globalisasi dan Budaya
Gaung globalisasi,
yang sudah mulai terasa sejak akhir abad ke-20, telah membuat masyarakat dunia,
termasuk bangsa Indonesia harus bersiap-siap menerima kenyataan masuknya
pengaruh luar terhadap seluruh aspek kehidupan bangsa. Salah satu aspek yang
terpengaruh adalah kebudayaan. Terkait dengan kebudayaan, kebudayaan dapat
diartikan sebagai nilai-nilai (values) yang dianut oleh masyarakat ataupun
persepsi yang dimiliki oleh warga masyarakat terhadap berbagai hal. Atau
kebudayaan juga dapat didefinisikan sebagai wujudnya, yang mencakup gagasan
atau ide, kelakuan dan hasil kelakuan (Koentjaraningrat), dimana hal-hal
tersebut terwujud dalam kesenian tradisional kita. Oleh karena itu nilai-nilai
maupun persepsi berkaitan dengan aspek-aspek kejiwaan atau psikologis, yaitu
apa yang terdapat dalam alam pikiran.
Aspek-aspek kejiwaan ini menjadi penting
artinya apabila disadari, bahwa tingkah laku seseorang sangat dipengaruhi oleh
apa yang ada dalam alam pikiran orang yang bersangkutan. Sebagai salah satu
hasil pemikiran dan penemuan seseorang adalah kesenian, yang merupakan
subsistem dari kebudayaan Bagi bangsa Indonesia aspek kebudayaan merupakan
salah satu kekuatan bangsa yang memiliki kekayaan nilai yang beragam, termasuk
keseniannya. Kesenian rakyat, salah satu bagian dari kebudayaan bangsa
Indonesia tidak luput dari pengaruh globalisasi.
Komunikasi
dan transportasi internasional telah menghilangkan batas-batas budaya setiap
bangsa. Kebudayaan setiap bangsa cenderung mengarah kepada globalisasi dan
menjadi peradaban dunia sehingga melibatkan manusia secara menyeluruh. Simon
Kemoni, sosiolog asal Kenya mengatakan bahwa globalisasi dalam bentuk yang
alami akan meninggikan berbagai budaya dan nilai-nilai budaya.
C. Globalisasi Dalam
Kebudayaan Tradisional Di Indonesia
Proses saling mempengaruhi adalah gejala
yang wajar dalam interaksi antar masyarakat. Melalui interaksi dengan
berbagai masyarakat lain, bangsa Indonesia ataupun kelompok-kelompok masyarakat
yang mendiami nusantara (sebelum Indonesia terbentuk) telah mengalami proses
dipengaruhi dan mempengaruhi. Kemampuan berubah merupakan sifat yang penting
dalam kebudayaan manusia. Tanpa itu kebudayaan tidak mampu menyesuaikan diri
dengan keadaan yang senantiasa berubah. Perubahan yang terjadi saat ini
berlangsung begitu cepat. Hanya dalam jangka waktu satu generasi banyak
negara-negara berkembang telah berusaha melaksanakan perubahan kebudayaan,
padahal di negara-negara maju perubahan demikian berlangsung selama beberapa
generasi. Pada hakekatnya bangsa Indonesia, juga bangsa-bangsa lain, berkembang
karena adanya pengaruh-pengaruh luar. Oleh
karena itu nilai-nilai maupun persepsi berkaitan dengan aspek-aspek kejiwaan
atau psikologis, yaitu apa yang terdapat dalam alam pikiran.
D. Persebaran Budaya
Dunia
Globalisasi sebagai sebuah gejala
tersebarnya nilai-nilai dan budaya tertentu keseluruh dunia (sehingga menjadi
budaya dunia atau world culture) telah terlihat semenjak lama. Cikal
bakal dari persebaran budaya dunia ini dapat ditelusuri dari perjalanan para
penjelajah Eropa Barat ke berbagai tempat di dunia ini ( Lucian W. Pye,
1966 ).
Globalisasi secara intensif terjadi pada
awal ke-20 dengan berkembangnya teknologi komunikasi. Kontak budaya tidak
perlu melalui kontak fisik karena kontak melalui media telah
memungkinkan. Karena kontak ini tidak bersifat fisik dan individual, maka
ia bersifat massal yang melibatkan sejumlah besar orang (Josep Klapper, 1990).
Dalam prosesnya banyak warga masyarakat yang terlibat dalam proses komunikasi
global tersebut, dan dalam waktu yang bersamaan hal ini berarti banyak
pula masyarakat (yang terlibat dalan proses komunikasi global) menjadi exposed
terhadap informasi, dan terkena dampak komunikasi tersebut. Karena itu,
tidak mengherankan bila globalisasi berjalan dengan cepat dan massal, sejalan
dengan berkembangnya teknologi komunikasi modern, mulai bermunculan portable
radio, televisi, televisi satelit, dan kemudian internet. Keunggulan media
massa, baik cetak maupun elektronik, adalah bahwa media tersebut mampu
menyuguhkan gambar-gambar secara jelas dan terinci kepada para pemakainya.
E. Kesenian Yang Bertahan
Dan Yang Tersisihkan
Perubahan budaya yang terjadi di dalam
masyarakat tradisional, yakni perubahan dari masyarakat tertutup menjadi
masyarakat yang lebih terbuka, dari nilai-nilai yang bersifat homogen menuju
pluralisme nilai dan norma social merupakan salh satu dampak dari adanya
globalisasi. Ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah dunia secara
mendasar. Komunikasi dan sarana transportasi internasional telah menghilangkan
batas-batas budaya setiap bangsa.
Kebudayaan setiap bangsa cenderung
mengarah kepada globalisasi dan menjadi peradaban dunia sehingga melibatkan
manusia secara menyeluruh. Misalnya saja khusus dalam bidang hiburan
massa atau hiburan yang bersifat masal, makna globalisasi itu sudah sedemikian
terasa. Sekarang ini setiap hari kita bisa menyimak tayangan film di tv yang
bermuara dari negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Korea, dll
melalui stasiun televisi di tanah air. Belum lagi siaran tv internasional yang
bisa ditangkap melalui parabola yang kini makin banyak dimiliki masyarakat
Indonesia. Sementara itu, kesenian-kesenian populer lain yang tersaji melalui
kaset, vcd, dan dvd yang berasal dari manca negara pun makin marak kehadirannya
di tengah-tengah kita. Fakta yang demikian memberikan bukti tentang betapa
negara-negara penguasa teknologi mutakhir telah berhasil memegang kendali dalam
globalisasi budaya khususnya di negara ke tiga.
F. Kesenian Rakyat Dalam
Orientasi Globalisasi
Pada era globalisasi saat ini, eksistensi
atau keberadaan kesenian rakyat berada pada titik yang rendah dan mengalami
berbagai tantangan dan tekanan-tekanan baik dari pengaruh luar maupun dari
dalam. Tekanan dari pengaruh luar terhadap kesenian rakyat ini dapat
dilihat dari pengaruh berbagai karya-karya kesenian populer dan juga
karya-karya kesenian yang lebih modern lagi yang dikenal dengan budaya
pop. Kesenian-kesenian populer tersebut lebih mempunyai keleluasan dan
kemudahan-kemudahan dalam berbagai komunikasi baik secara alamiah maupun
teknologi., sehingga hal ini memberikan pengaruh terhadap
masyarakat. Selain itu, aparat pemerintah nampaknya lebih mengutamakan
atau memprioritaskan segi keuntungan ekonomi (bisnis) ketimbang segi budayanya,
sehingga kesenian rakyat semakin tertekan lagi.
G. Peran Pemerintah Dalam
Kesenian Rakyat
Peran kebijaksanaan pemerintah yang
lebih mengarah kepada pertimbangan-pertimbangan ekonomi daripada cultural atau
budaya, menurut pendapat saya dapat dikatakan merugikan suatu perkembangan
kebudayaan. Jennifer Lindsay (1995)[6], dalam bukunya yang berjudul
‘Cultural Policy And The Performing Arts In South-East Asia’, mengungkapkan
kebijakan kultural di Asia Tenggara saat ini secara efektif mengubah dan
merusak seni-seni pertunjukan tradisional, baik melalui campur tangan,
penanganan yang berlebihan, kebijakan-kebijakan tanpa arah, dan tidak ada
perhatian yang diberikan pemerintah kepada kebijakan kultural atau konteks
kultural.
H. Pengaruh Globalisasi
Terhadap Budaya Bangsa
Arus globalisasi saat
ini telah menimbulkan pengaruh terhadap perkembangan budaya bangsa Indonesia.
Derasnya arus informasi dan telekomunikasi ternyata menimbulkan sebuah
kecenderungan yang mengarah terhadap memudarnya nilai-nilai pelestarian budaya.
Perkembangan 3T (Transportasi,Telekomunikasi,danTeknologi) mengkibatkan
berkurangnya keinginan untuk melestarikan budaya negeri sendiri .
Budaya Indonesia yang dulunya
ramah-tamah, gotong royong dan sopan berganti dengan budaya barat, misalnya
pergaulan bebas. Di Tapanuli (Sumatera Utara) misalnya, duapuluh tahun yang
lalu, anak-anak remajanya masih banyak yang berminat untuk belajar tari tor-tor
dan tagading (alat musik batak).
I. Tindakan Yang
Mendorong Timbulnya Globalisasi Kebudayaan Dan Cara Mengantisipasi Adanya
Globalisasi Kebudayaan
Peran kebijaksanaan pemerintah yang
lebih mengarah kepada pertimbangan-pertimbangan ekonomi daripada cultural atau
budaya dapat dikatakan merugikan suatu perkembangan kebudayaan. Jennifer
Lindsay (1995) dalam bukunya yang berjudul ‘Cultural Policy And The Performing
Arts In South-East Asia’, mengungkapkan kebijakan kultural di Asia Tenggara
saat ini secara efektif mengubah dan merusak seni-seni pertunjukan tradisional,
baik melalui campur tangan, penanganan yang berlebihan, kebijakan-kebijakan
tanpa arah, dan tidak ada perhatian yang diberikan pemerintah kepada kebijakan
kultural atau konteks kultural. Dalam pengamatan yang lebih sempit dapat kita
melihat tingkah laku aparat pemerintah dalam menangani perkembangan kesenian
rakyat, di mana banyaknya campur tangan dalam menentukan objek dan berusaha
merubah agar sesuai dengan tuntutan pembangunan.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pengaruh globalisasi disatu sisi
ternyata menimbulkan pengaruh yang negatif bagi kebudayaan bangsa Indonesia . Norma-norma
yang terkandung dalam kebudayaan bangsa Indonesia perlahan-lahan mulai pudar.
Gencarnya serbuan teknologi disertai nilai-nilai interinsik yang diberlakukan
di dalamnya, telah menimbulkan isu mengenai globalisasi dan pada akhirnya
menimbulkan nilai baru tentang kesatuan dunia. Radhakrishnan dalam bukunya
Eastern Religion and Western Though (1924) menyatakan “untuk pertama kalinya
dalam sejarah umat manusia, kesadaran akan kesatuan dunia telah menghentakkan
kita, entah suka atau tidak, Timur dan Barat telah menyatu dan tidak pernah
lagi terpisah, Artinya adalah bahwa antara barat dan timur tidak ada lagi
perbedaan. Atau dengan kata lain kebudayaan kita dilebur dengan kebudayaan
asing. Apabila timur dan barat bersatu, masihkah ada ciri khas kebudayaan kita?
Ataukah kita larut dalam budaya bangsa lain tanpa meninggalkan sedikitpun
sistem nilai kita? Oleh karena itu perlu dipertahanan aspek sosial budaya
Indonesia sebagai identitas bangsa. Caranya adalah dengan penyaringan budaya
yang masuk ke Indonesia dan pelestarian budaya bangsa.
B. Saran
Dari hasil pembahasan diatas, dapat
dilakukan beberapa tindakan untuk mencegah terjadinya pergeseran kebudayaan
yaitu :
1. Pemerintah perlu
mengkaji ulang perturan-peraturan yang dapat menyebabkan pergeseran budaya bangsa
2. Masyarakat perlu
berperan aktif dalam pelestarian budaya daerah masing-masing khususnya dan budaya bangsa pada umumnya
3. Para pelaku usaha
media massa perlu mengadakan seleksi terhadap berbagai berita, hiburan dan informasi yang diberikan agar tidak menimbulkan pergeseran budaya
4. Masyarakat perlu
menyeleksi kemunculan globalisasi kebudayaan baru, sehingga budaya yang masuk
tidak merugikan dan berdampak negative. 5. Masyarakat harus berati-hati dalam
meniru atau menerima kebudayaan baru, sehingga pengaruh globalisasi di negara
kita tidak terlalu berpengaruh pada kebudayaan yang merupakan jati diri bangsa
kita
DAFTAR PUSTAKA
Kuntowijoyo, Budaya Elite dan
Budaya Massa dalam Ecstasy Gaya Hidup: Kebudayaan Pop dalam Masyarakat Komoditas Indonesia, Mizan 1997.
Sapardi Djoko Damono, Kebudayaan
Massa dalam Kebudayaan Indonesia: Sebuah Catatan Kecil dalam Ecstasy Gaya Hidup:
Kebudayaan Pop dalam Masyarakat Komoditas Indonesia, Mizan 1997.
Fuad Hassan. “Pokok-pokok Bahasan
Mengenai Budaya Nusantara Indonesia”. Dalam
http://kongres.budpar.go.id/news/article/Pokok_pokok_bahasan.htm, didownload
7/15/04.
Koenjaraningrat. 1990.
Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia.
Adeney, Bernard T. 1995. Etika
Sosial Lintas Budaya. Yogyakarta: Kanisius. Al-Hadar Smith, “Syariah dan
Tradisi Syi’ah Ternate”, dalam http://alhuda.or.id/rub_budaya.htm , didown load
7/15/04.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar